Tampilkan postingan dengan label bangun rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bangun rumah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Januari 2011

Bangun Rumah Minimalis

TAHUN ini merupakan tahun 'rumah' dan taman 'minimalis' yang kompak, trendi, dan praktis menjadi pilihan favorit para konsumen rumah, yang dengan jitu dibaca oleh para pengembang properti. Berbagai produk rumah minimalis ditawarkan dan dijual sebagai simbol baru kehidupan masyarakat kosmopolitan, yang merupakan refleksi cara hidup, berpikir, dan bekerja masyarakat urban yang serba praktis, ringan, efisien, dan penuh kesederhanaan. Dan laris manis lagi tentunya dengan konsep Bangun Rumah Minimalis.
Rumah dan taman merupakan reinterpretasi sosial budaya masyarakat terhadap alam dan kehidupan tempat tinggalnya. Rumah adalah tempat hunian kita beristirahat, bersosialisasi, berkeluarga, dan beribadah. Taman merupakan cermin energi alam, dan energi adalah sumber kehidupan. Maka, jika rumah dan taman dirancang sebagai satu kesatuan yang harmonis akan memberikan energi kehidupan kepada penghuninya.
Konsep bangun rumah dan taman minimalis bertujuan meningkatkan nilai suatu ruang keseluruhan (eksterior dan interior) dengan mengurangi segala sesuatu yang berlebih di dalam ruang tersebut. Filosofi bangun minimalis mewakili gaya hidup yang praktis, dinamis, ringkas, efektif, dan efisien, yang diterapkan dalam semua aspek kehidupan termasuk arsitektur bangunan rumah, interior ruang, dan eksterior taman. Kolaborasi rumah dan taman minimalis justru menjadi media komunikasi antara arsitektur dan lansekap dengan bentuk kekontrasannya, keras-lunak, kaku-lembut, mati-hidup, geometris-dinamis, serta antara buatan manusia (budaya) dan alam.

Jumat, 24 Desember 2010

Arsitek rumah sejuk rumah nyaman

Membuat Rumah Anda Yang Sejuk dan Lebih Nyaman
Iklim dunia yang semakin tidak menentu disamping ancaman Pemanasan Global telah melanda seluruh bagian dunia sekarang ini. Bagaimana cara kita menyikapinya dan turut berperan aktif dalam mengurangi kerusakan di muka bumi ini yaitu dengan cara lebih bijaksana dalam penggunaan sumber daya alam . dan tidak menggunakan energy secara berlebihan.
Prinsip utama yang akan diterapkan disini adalah dengan cara menjaga agar panas tetap berada di luar ruang dengan menggunakan metode nonmekanis yang akan mampu mengurangi aliran panas, meningkatkan sirkulasi dan pertukaran udara, dan meminimalkan radiasi panas yang diserap bangunan.
Dengan melakukan hal tersebut diatas maka diharapkan tingkat radiasi panas dalam bangunan akan berkurang dan terjadi aliran udara yang baik sehingga dapat tercipta kesejukan di seluruh ruangan.
Berikut akan saya berikan beberapa gambaran bagaimana membuat rumah menjadi lebih nyaman dan sejuk untuk dihuni,
1. Pemilihan Bentuk Atap Rumah dan Peninggian dinding
Salah satu alasan rumah bentuk tradisional nyaman dan sejuk ditempati, karena memiliki bentuk atap yang miring dan cukup tinggi sehingga dapat membentuk bantalan udara di dalamnya yang mengurangi panas yang dating dari atas/atap dan ditahan di dalam langit-langit rumah atau plafond. Sistem ini telah diterapkan pula pada rumah-rumah belanda yang dibangun di era kolonial. Jika system penghawaan udara di rumah anda direncanakan tanpa menggunakan penghawaan buatan (AC), peninggian dan kemiringan atap adalah solusi yang tepat untuk mengurangi (mengeliminasi) panas didalam rumah anda
Untuk memilih bahan atap yang cocok dipakai di iklim tropis ini ada beberapa pilihan bahan yang bias digunakan seperti sirap, genteng beton, atau genteng tanah liat tradisional.

2. Penambahan teras/beranda, Canopi dan Ruang Terbuka
Hasil dari penambahan Teras dan Beranda ini adalah untuk mengurangi sinar matahari yang dating dari arah sisi-sisi rumah yaitu bagian samping kiri, kanan, depan dan belakang rumah yang masuk melalui pintu-pintu dan jendela. Dengan penambahan teras dan kanopi/pet diatas jendela//pintu akan dapat menahan sinar matahari masuk kedalam rumah secara langsung, sehingga suhu udara didalam rumah tetap bias terjaga. Langkah selanjutnya membuat bukaan-bukaan lebar untuk memperlancar lalu lintas udara dan cahaya
3. Membuat Bukaan Pintu, dan jendela yang cukup
Untuk mengetahui luasan ideal dari bukaan yang masuk ke dalam rumah maka kita dapat menggunakan standarperbandingan yang biasa dipakai di Indonesia yaitu,
perbandingan ideal luasan jendela dengan luasan lantai adalah 1 : 5 yaitu luasan bukaan adalah 20 % terhadap luasan lantai yang membutuhkannya.
Jadi jika luas kamar tidur anda adalah 20 m2 (ukuran ruangan 4 m x 5 m), maka kebutuhan jendelanya adalah = 20 % x 20 m2, = 4 m2
4. Pemilihan warna yang mendukung
Warna alami seringkali memberikan suasana sejuk. Penerapan dari warna-warna alami ini diharapkan dapat membuat penghuni menjadi lebih betah dan memiliki perasaan nyaman. Warna-warna ini dapat dipilih misalnya, warna dengan nuansa cokelat (tanah) atau nuansa hijau (tumbuhan). Permainan warna-warna alami tampaknya akan menjadikan saat istirahat Anda di rumah lebih nyaman dan tenang. Lagi pula, warna alami cenderung mudah dikombinasi dengan warna lainnya.
5. Penggunaan Material bahan bangunan yang tepat
Bahan atau material bahan bangunan yang digunakan merupakan elemen terpenting untuk menguraikan/dan menahan suhu panas diluar ruangan Pada dasarnya pemakaian material alami membuat ruang bisa bernafas, jadi pilihlah bahan bangunan yang bisa menyerap panas secara lebih maksimal, kemampuan menahan panas seperti ini akan dapat anda temukan pada materian dari alam. Kita dapat menggunakan batu bata untuk dinding, genteng tanah untuk atap, batu candi dan batu paras untuk pelapis dinding, marmer atau terasso untuk lantai dll..
6. Penggunaan tanaman dan vegetasi di sekitar hunian
Jika anda masih memiliki lahan kosong di depan atau sekitar rumah, sebaiknya ditanami dengan pepohonan. Pohon yang tinggi akan menciptakan keteduhan alami, juga memberi keteduhan dari garangnya sinar matahari. Jika tidak memilikinya maka kita masih dapat menggunakan cara lainnya, gunakan tanaman dalam pot yang digantung di sekitar rumah. Taruh beberapa tanaman dalam jambangan di dalam rumah, selain sebagai hiasan, ia juga membantu menyejukkan ruangan. Pemakaian tanaman rambat atau merayap adalah pilihan terbaik untuk memberikan keteduhan yang lebih alami. Jika Anda ingin cahaya matahari tetap masuk melalui jendela tapi tetap menggunakan tanaman rambat atau merayap sebagai penyejuk ruangan.
7. Penggunaan Elemen Kolam
Pembuatan Kolam yang dilengkapi gemericik air akan menambah kesejukan dan kelembaban udara yang ada di sekitar hunian karena adanya elemen air akan menciptakan kelembaban udara dan mengurangi panas yang ada. Disamping itu suara yang diciptakan akan mampu mendapatkan suasana yang alami dan menenangkan.
Demikian hal yang dapat dilakukan untuk meredam dan menetralisir panas dan mengurangi penggunaan energi yang berlebihan. Semoga bermanfaat.
Arsitek rumah sejuk rumah nyaman

Bangun RUMAH SEJUK DENGAN VENTILASI PROPORSIONAL

RUMAH yang sehat memiliki sirkulasi udara yang baik. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkannya, baik secara alami, buatan, maupun kombinasi keduanya. Bagaimana mengaturnya? RUMAH merupakan tempat berlindung dari panas dan hujan serta bahaya yang mengancam dari luar. Namun lebih dari itu, rumah yang baik tentunya harus enak dilihat dari sisi desain dan estetika sekaligus harus nyaman untuk beraktivitas.
“Tingkat kenyamanannya dapat diukur dan dilihat dari unsur-unsur penataan ruang, pengaturan tata cahaya, dan sirkulasi/pertukaran udara,” ujar Ir Wisnu Brata, arsitek dari Mitra Graha Asri Mandiri.
Untuk sirkulasi/pertukaran udara, ada beberapa jenis penghawaan yang bisa dipakai. Pertama, penghawaan buatan (air conditioner). Kedua, penghawaan alamiah, dan ketiga adalah penghawaan campuran.
Kebanyakan masyarakat beranggapan bahwa dengan penggunaan penghawaan buatana tau AC, sudah cukup untuk mendapatkan udara sehat sehari-hari. Padahal, AC terutama untuk area apartemen dan perkantoran, hanya membuat udara menjadi sejuk. Kita tetap membutuhkan pertukaran udara di dalam ruangan tersebut agar udara yang ada tetap sehat dan tidak membuat kulit menjadi kering. Itu sebabnya tambahan exhaust fan tetap diperlukan untuk membantu pertukaran dengan udara luar.
Untuk penghawaan alamiah, sistem ventilasi udara yang dibutuhkan biasanya berupa lubang udara atau lubang angin. “Namun, hal ini kadang masih dirasakan kurang karena hanya mengandalkan kekuatan angin saja. Jadi pada saat kekuatan angin tidak mencukupi, sirkulasi udara tidak terjadi sehingga pertukaran udara menjadi tidak maksimal,” jelas Wisnu.
Mengantisipasi permasalahan tersebut,biasanya dilakukan jenis penghawaan yang ketiga, yaitu penghawaan campuran atau kombinasi keduanya. Jenis penghawaan ini biasanya hanya menggunakan AC untuk beberapa ruang tertentu, misalnya kamar tidur.
Sementara ruangan lainnya digunakan bukaan-bukaan jendela lebar. Seperti ruang keluarga dan ruang tamu. Sedangkan untuk ruangruang servis, menggunakan bantuan atau tambahan exhaust fan, misalnya dapur, gudang, dan kamar mandi.
Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat sistem pertukaran udara (ventilasi) yang baik. Yaitu penggunaan prinsip-prinsip dasar jenis penghawaan.
Pertama, membuat sirkulasi udara agar terus mengalir di setiap ruangan. Untuk itu, udara harus dapat masuk dan keluar. Jangan sampai terjebak di dalam ruangan tanpa jalan keluar karena akan menjadikan ruangan tersebut menjadi lembab atau pengap.
Kedua, sirkulasi udara dua arah, yaitu dengan ventilasi silang/cross. Ventilasi udara mengalir secara horizontal dalam satu ruangan, melalui dua dinding yang saling berhadapan. Biasanya udara mengalir melalui jendela-jendela pada dinding dan kemudian mengalir melalui jalusi-jalusi di atas pintu pada dinding yang berlawanan di hadapannya.
“Hal ini dilakukan untuk menjaga sirkulasi atau pertukaran udara dalam satu ruangan dengan bantuan kekuatan angin,” tandas Wisnu.
Ketiga, sirkulasi udara secara horizontal. Prinsip utamanya adalah mengeluarkan udara panas keluar ruangan atau dialirkan ke atas (plafon). Ini khusus daerah yang tidak memiliki jendela atau tidak berbatasan langsung dengan udara luar.
Pertukaran udara (ventilasi) diperoleh dengan cara membuat lubang-lubang bukaan di area plafon,dibawah atap maupun genteng agar dapat dikeluarkan secepat mungkin. Karena udara panas biasanya naik ke bagian teratas, sehingga jika tidak dikeluarkan akan menyebabkan ruangan menjadi panas.
Oleh karena itu, ruangan dengan plafon yang lebih tinggi akan terasa lebih sejuk. Demikian pula rumah yang memiliki atap curam dan jarak antara plafon dan atap yang cukup besar, akan terasa lebih sejuk di siang hari. Jadi udara panas diberi jalan keluar dan dialirkan melalui lubang angin, jalusi, atau celah-celah kecil di bawah atap yang dapat mengalirkan udara ke luar ruangan.
Keempat, sirkulasi udara secara sistem keseluruhan rumah. “Di sini kita dapat membuat sirkulasi udara mengalir dengan cara membuat ruang atau area terbuka berupa taman di depan dan belakang rumah,” saran Wisnu.
Dengan begitu, udara mengalir secara horizontal melalui ruangan-ruangan yang telah dibuat bukaan-bukaannya. Dari bagian depan atau taman depan ke bagian belakang rumah atau taman belakang atau sebaliknya. Kemudian akan mengalir secara vertikal melalui taman belakang rumah lewat atap yang terbuka atau memiliki celah udara ke atas. Aliran udara secara vertikal ini juga dapat dilakukan lewat area tangga maupun void yang ada di dalam rumah.
Terakhir, pembuatan kolam di area taman, air terjun atau waterwall juga turut membantu. Hal ini memperbanyak terjadinya uap air dalam rumah di siang hari sehingga membantu menurunkan suhu ruangan dan menciptakan kesejukan di dalam rumah. Jadi, selamat berkreasi.