Tampilkan postingan dengan label rumah minimalis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah minimalis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Januari 2011

Bangun Rumah Minimalis

TAHUN ini merupakan tahun 'rumah' dan taman 'minimalis' yang kompak, trendi, dan praktis menjadi pilihan favorit para konsumen rumah, yang dengan jitu dibaca oleh para pengembang properti. Berbagai produk rumah minimalis ditawarkan dan dijual sebagai simbol baru kehidupan masyarakat kosmopolitan, yang merupakan refleksi cara hidup, berpikir, dan bekerja masyarakat urban yang serba praktis, ringan, efisien, dan penuh kesederhanaan. Dan laris manis lagi tentunya dengan konsep Bangun Rumah Minimalis.
Rumah dan taman merupakan reinterpretasi sosial budaya masyarakat terhadap alam dan kehidupan tempat tinggalnya. Rumah adalah tempat hunian kita beristirahat, bersosialisasi, berkeluarga, dan beribadah. Taman merupakan cermin energi alam, dan energi adalah sumber kehidupan. Maka, jika rumah dan taman dirancang sebagai satu kesatuan yang harmonis akan memberikan energi kehidupan kepada penghuninya.
Konsep bangun rumah dan taman minimalis bertujuan meningkatkan nilai suatu ruang keseluruhan (eksterior dan interior) dengan mengurangi segala sesuatu yang berlebih di dalam ruang tersebut. Filosofi bangun minimalis mewakili gaya hidup yang praktis, dinamis, ringkas, efektif, dan efisien, yang diterapkan dalam semua aspek kehidupan termasuk arsitektur bangunan rumah, interior ruang, dan eksterior taman. Kolaborasi rumah dan taman minimalis justru menjadi media komunikasi antara arsitektur dan lansekap dengan bentuk kekontrasannya, keras-lunak, kaku-lembut, mati-hidup, geometris-dinamis, serta antara buatan manusia (budaya) dan alam.

Jumat, 24 Desember 2010

Memilih Warna yang Tepat untuk desain rumah minimalis

Warna juga sangat berpengaruh secara psikologis terhadap orang-orang yang berada di dalam ruangan tersebut. “Faktor warna interior sebuah rumah tidak hanya dalam pemilihan cat pada dinding, akan tetapi juga terhadap unsur-unsur lain, baik material bangunan atau arsitektur rumah seperti lantai dan plafon, juga komponen interior dan elemen estetis lainnya,” ungkap arsitek dan kontraktor dari Mitra Graha Asri Mandiri, Ir Wisnu Brata ketika dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Minggu (2/3/2008).


Menurutnya, unsur warna terdiri dari warna primer yaitu merah, kuning, dan biru juga warna sekunder yang mengandung unsur campuran warna primer di atas yaitu warna jingga, warna ungu, dan warna hijau .Unsur warna primer dan sekunder tersebut yang dipastikan kandungannya hadir dalam setiap kombinasi warna.


Selain itu, sambungnya, unsur gelap dan terang sebuah warna juga dipengaruhi oleh unsur warna hitam dan warna putih dalam campurannya. Dengan pemahaman kita dalam mengetahui unsur-unsur warna yang ada di dalam sebuah warna, kita bisa memadukan kombinasi warna dengan turunan dari warna tersebut maupun dari unsur warna yang terkandung di dalamnya.


Tak hanya sebatas itu saja, untuk mendapatkan jenis kombinasi warna-warna yang harmonis kita harus mempertimbangkan warna cat dinding yang cocok ke dalam warna-warna dominan yang sudah ada pada warna lantai, komponen interior, aksesori, dan elemen estetis lainnya.


Dengan menganalisa warna dari berbagai faktor, membuat paduan kombinasi warna yang kita ciptakan sesuai dengan suasana dan nuansa yang diinginkan. Dalam menentukan kombinasi warna kita juga perlu menganalisa warna berdasarkan tema dan gaya huniannya.


“Rumah dengan gaya mediterania umumnya menggunakan warna krem, kuning muda mengarah warna coklat atau merah. Kalau untuk hunian bergaya minimalis biasanya memakai warna putih atau abu-abu, dengan pentaan warna ngejreng di salah satu bidang dindingnya. Sementara untuk hunian bergaya klasik cenderung menggunakan warna-warna berani kuning keemasan,” jelas almamater Institut Teknik Bandung (ITB) yang kini menjadi konsultan griya di salah satu harian terkemuka di Indonesia itu.


Biasanya pendekatan secara psikologis terhadap pemilihan warna dipengaruhi oleh fungsi ruangannya. Seperti ruang tidur yang harus menghadirkan suasana rileks karena lebih diperuntukkan sebagai area istirahat. Pendekatan ruang ini juga harus dipertimbangkan dengan faktor usia orang yang akan berada di dalamnya. “Selain itu, faktor lain yang harus diperhatikan adalah efek atau suasana yang ingin ditampilkan,” kata dia mengakhiri pembicaraan. (mbs)


Source : Chaerunnisa – Okezone

Arsitek rumah sejuk rumah nyaman

Membuat Rumah Anda Yang Sejuk dan Lebih Nyaman
Iklim dunia yang semakin tidak menentu disamping ancaman Pemanasan Global telah melanda seluruh bagian dunia sekarang ini. Bagaimana cara kita menyikapinya dan turut berperan aktif dalam mengurangi kerusakan di muka bumi ini yaitu dengan cara lebih bijaksana dalam penggunaan sumber daya alam . dan tidak menggunakan energy secara berlebihan.
Prinsip utama yang akan diterapkan disini adalah dengan cara menjaga agar panas tetap berada di luar ruang dengan menggunakan metode nonmekanis yang akan mampu mengurangi aliran panas, meningkatkan sirkulasi dan pertukaran udara, dan meminimalkan radiasi panas yang diserap bangunan.
Dengan melakukan hal tersebut diatas maka diharapkan tingkat radiasi panas dalam bangunan akan berkurang dan terjadi aliran udara yang baik sehingga dapat tercipta kesejukan di seluruh ruangan.
Berikut akan saya berikan beberapa gambaran bagaimana membuat rumah menjadi lebih nyaman dan sejuk untuk dihuni,
1. Pemilihan Bentuk Atap Rumah dan Peninggian dinding
Salah satu alasan rumah bentuk tradisional nyaman dan sejuk ditempati, karena memiliki bentuk atap yang miring dan cukup tinggi sehingga dapat membentuk bantalan udara di dalamnya yang mengurangi panas yang dating dari atas/atap dan ditahan di dalam langit-langit rumah atau plafond. Sistem ini telah diterapkan pula pada rumah-rumah belanda yang dibangun di era kolonial. Jika system penghawaan udara di rumah anda direncanakan tanpa menggunakan penghawaan buatan (AC), peninggian dan kemiringan atap adalah solusi yang tepat untuk mengurangi (mengeliminasi) panas didalam rumah anda
Untuk memilih bahan atap yang cocok dipakai di iklim tropis ini ada beberapa pilihan bahan yang bias digunakan seperti sirap, genteng beton, atau genteng tanah liat tradisional.

2. Penambahan teras/beranda, Canopi dan Ruang Terbuka
Hasil dari penambahan Teras dan Beranda ini adalah untuk mengurangi sinar matahari yang dating dari arah sisi-sisi rumah yaitu bagian samping kiri, kanan, depan dan belakang rumah yang masuk melalui pintu-pintu dan jendela. Dengan penambahan teras dan kanopi/pet diatas jendela//pintu akan dapat menahan sinar matahari masuk kedalam rumah secara langsung, sehingga suhu udara didalam rumah tetap bias terjaga. Langkah selanjutnya membuat bukaan-bukaan lebar untuk memperlancar lalu lintas udara dan cahaya
3. Membuat Bukaan Pintu, dan jendela yang cukup
Untuk mengetahui luasan ideal dari bukaan yang masuk ke dalam rumah maka kita dapat menggunakan standarperbandingan yang biasa dipakai di Indonesia yaitu,
perbandingan ideal luasan jendela dengan luasan lantai adalah 1 : 5 yaitu luasan bukaan adalah 20 % terhadap luasan lantai yang membutuhkannya.
Jadi jika luas kamar tidur anda adalah 20 m2 (ukuran ruangan 4 m x 5 m), maka kebutuhan jendelanya adalah = 20 % x 20 m2, = 4 m2
4. Pemilihan warna yang mendukung
Warna alami seringkali memberikan suasana sejuk. Penerapan dari warna-warna alami ini diharapkan dapat membuat penghuni menjadi lebih betah dan memiliki perasaan nyaman. Warna-warna ini dapat dipilih misalnya, warna dengan nuansa cokelat (tanah) atau nuansa hijau (tumbuhan). Permainan warna-warna alami tampaknya akan menjadikan saat istirahat Anda di rumah lebih nyaman dan tenang. Lagi pula, warna alami cenderung mudah dikombinasi dengan warna lainnya.
5. Penggunaan Material bahan bangunan yang tepat
Bahan atau material bahan bangunan yang digunakan merupakan elemen terpenting untuk menguraikan/dan menahan suhu panas diluar ruangan Pada dasarnya pemakaian material alami membuat ruang bisa bernafas, jadi pilihlah bahan bangunan yang bisa menyerap panas secara lebih maksimal, kemampuan menahan panas seperti ini akan dapat anda temukan pada materian dari alam. Kita dapat menggunakan batu bata untuk dinding, genteng tanah untuk atap, batu candi dan batu paras untuk pelapis dinding, marmer atau terasso untuk lantai dll..
6. Penggunaan tanaman dan vegetasi di sekitar hunian
Jika anda masih memiliki lahan kosong di depan atau sekitar rumah, sebaiknya ditanami dengan pepohonan. Pohon yang tinggi akan menciptakan keteduhan alami, juga memberi keteduhan dari garangnya sinar matahari. Jika tidak memilikinya maka kita masih dapat menggunakan cara lainnya, gunakan tanaman dalam pot yang digantung di sekitar rumah. Taruh beberapa tanaman dalam jambangan di dalam rumah, selain sebagai hiasan, ia juga membantu menyejukkan ruangan. Pemakaian tanaman rambat atau merayap adalah pilihan terbaik untuk memberikan keteduhan yang lebih alami. Jika Anda ingin cahaya matahari tetap masuk melalui jendela tapi tetap menggunakan tanaman rambat atau merayap sebagai penyejuk ruangan.
7. Penggunaan Elemen Kolam
Pembuatan Kolam yang dilengkapi gemericik air akan menambah kesejukan dan kelembaban udara yang ada di sekitar hunian karena adanya elemen air akan menciptakan kelembaban udara dan mengurangi panas yang ada. Disamping itu suara yang diciptakan akan mampu mendapatkan suasana yang alami dan menenangkan.
Demikian hal yang dapat dilakukan untuk meredam dan menetralisir panas dan mengurangi penggunaan energi yang berlebihan. Semoga bermanfaat.
Arsitek rumah sejuk rumah nyaman